http://agen888.com/simpan/agen150x600.gif
ads

Perjalanan Karier Almarhumah Ida Kusumah

http://www.pokeracademy.co.uk/wp-content/uploads/2009/10/250x250.gif http://www.pokeracademy.co.uk/wp-content/uploads/2009/10/250x250.gif
IDA Kusuma adalah pemain sinetron dan bintang film legendaris Indonesia. Film pertamanya berjudul Putri Revolusi yang dibuat tahun 1955. Dalam film ini Ida berdampingan dengan aktor terkenal Sukarno M. Noor, yang juga ayah dari aktor Rano Karno.


Film yang disutradarai oleh Ali Yugo ini me ngawali karir Ida Kusuma dalam dunia layar lebar. Nama perempuan kelahiran Jakarta, 31 Agustus 1939.


Tapi karena karirnya di dunia film tidak mulus, ia beralih ke bidang tarik suara dan peragawati. Tahun 1960, ia di nobatkan sebagai Putri Peragawati I dan Ratu Jakarta III.


Pada tahun 1960-an ia juga aktif sebagai penyanyi dan penari, yang bertugas untuk menghibur para prajurit dalam operasi Trikora, Dwikora maupun ketika penupasan G30S/PKI.


Pada tahun 1961, ia kembali bermain film dan mendapat peran utama dalam film Malam Tak Berembun bersama aktor AN Alcaff dan disutradarai oleh A.W. Sardjono. Bermain kembali dalam film Menjusuri Djejak Berdarah pada tahun 1967.


Sampai dengan tahun 2007, tercatat, ia telah bermain dalam 62 film. Mulai tahun 1994, ketika dunia sinetron tumbuh menjamur, ia pun ikut terjun didalamnya.


Ia mungkin satu diantara artis film Indonesia yang tetap setia dan konsisten terhadap dunia seni peran. Berkarir sejak 1955, perempuan yang identik dengan ucapan “What Happen Aya Naon” itu tetap semangat berkarir dan tanpa rasa jenuh.


Atas kesetiaannya pada dunia perfilman, pada tahun 1996, ia menerima Penghargaan Kesetiaan Profesi dari Badan Pertimbangan Perfilman Nasional (BP2N).


Pada tahun 2008 SCTV memberikan penghargaan Life Time Achievement kepada Ida Kusumah, karena ia memiliki dedikasi tinggi di bidangnya.


Ia merasa bersyukur atas penerimaan masyarakat dan industri perfilman, sinetron dan juga iklan di saat generasi berganti dan regenerasi terus terjadi.


Sejumlah sinetron pun dibintanginya hingga saat ini. Ida dalam akting sering mendapatkan peran antagonis, sebagai ibu yang judes dan bahkan jahat.


Sahabat dekat aktris Nani Wijaya dan Connie Sutedja ini menyelesaikan film bioskop berjudul CintaPuccino tahun 2007.


Untuk diketahui, kamis (25/11/2010) malam, telah tersiar kabar bahwa pesinetron, Ida ' Si Borokokok' Kusumah, meninggal dunia. Berita itu disiarkan melalui BBM kepada pengguna BlackBerry.


Beginilah isi BBM yang tersiar. 'Inalillahi wa inailaihi roji'un, telah berpulang ke rahmatulah Nyonya Ida Kusumah mendiang meninggal d lokasi shooting karena serangan jantung. Mudah-mudahan amal ibadah beliau di terima di sisinya, dan di ampuni segala dosanya.amien,' demikian BBM yang diterima tribunnews.com, Kamis (25/11/2010).


Berita meninggalnya Ida Kusuma juga ternyata dibenarkan oleh salah satu Humas MD Entertaiment. Menurut Humas MD Entertaiment, Miria, Ida Kusumah meninggal setelah dilarikan di RS Puri Cinere


'Iya benar, Mbak Ida Kusumah meninggal dunia pukul 20.30 WIB. Saya belum tahu kenapa, karena saya belum sampai ke RS Puri Cinere,' Miria.

Jejak Karir Ida Kusumah:
Nama : Siti Endeh Ida Hendarsih


Atmadi Kusumah atau


Ida Kusumah






* Penghargaan :


Putri Peragawati I (1960),


Ratu Jakarta III (1960),


Kesetiaan Profesi dari BP2N (1996),


Life Time Achievement Awards dari SCTV (2008)




* Filmografi :



Puteri Revolusi (1955),


Malam Tak Berembun (1961),


Menjusuri Djedjak Berdarah (1967),


Bila Cinta Bersemi (1972),


Buah Bibir (1972),


Ratu Ular (1972),


Ratu Amplop (1974),


Laila Majenun (1975),


Duo Kribo (1977),


Yuli Buah Hati Kekasih Mama (1977),


Kabut Sutra Ungu (1979),


Yuyun Pasien Rumah Sakit Jiwa (1979),


Sang Guru (1981),


Hidung Belang Kena Batunya (1982),


Sorga Dunia di Pintu Neraka (1983),


Akibat Buah Terlarang (1984),


Pelangi di Balik Awan (1984),


Gejolak Cinta Pertama (1985),


Opera Jakarta (1986),


Pernikahan Berdarah (1987),


Catatan Si Boy II (1988),


Jodoh Boleh Diatur (1988),


Kamus Cinta Sang Primadona (1988),


Cinta Yang Terjual (1989),


Catatan Si Boy III (1989),


Catatan Si Boy IV (1989),


Godain Kita Dong (1989)


Kemesraan (1989),


Makelar Kodok (1989),


Si Kabayan dan Gadis Kota (1989),


Valentine Kasih Sayang Bagimu (1989),


Boleh-Boleh Aja (1990),


Boneka Dari Indiana (1990),


Boss Carmad (1990),


Cinta Anak Muda (1990),


Curi-Curi Kesempatan (1990),


Dorce Ketemu Jodoh (1990),


Gonta Ganti (1990),


Isabella (1990),


Jangan Bilang Siapa-Siapa (1990),


Makelar Kodok Untung Besar (1990),


Oom Pasikom (1990),


Pengantin (1990),


Ricky (1990),


Sang Pembela (1990),


Sepondok Dua Cinta (1990),


Olga dan Sepatu Roda (1991),


Sekretaris (1991),


Taksi Juga (1991),


Zig Zag (1991),


Si Kabayan Saba Metropolitan (1992),


Gadis Malam (1993),


Setetes Noda Manis (1994),


Cintapuccino (2007),


Bebek Belur (2010)






* Sinetron : Saling Silang (1994),


Madun (1995),


Mak Comblang (1996),


Pelangi di Rumah Susun (1997),


Olga dan Sepatu Roda (1997),


Cinta Fitri (2007),


Cinta Fitri 2 (2008)

Sumber: http://dunia-statistik.blogspot.com/2010/11/perjalanan-karier-almarhumah-ida.html#axzz16PRxI7sg



ads ads


KOTAK KOMENTAR
Kalau Komentar FACEBOOK tidak muncul
Tekan F5 di keyboard kamu

Artikel Terkait

◄ Newer Post Older Post ►
 

Copyright 2011 menjelma is proudly powered by blogger.com | Design by Tutorial Blogspot Published by Template Blogger